Jumat, 23 September 2016

PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DAN SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Perkembangan psikososial merupakan proses sepanjang hayat, apa yang dipelajari dalam tahun-tahun pertama kehidupan akan membentuk perkembangan di masa yang akan datang. Perkembangan psikososial yang lengkap sangat diperlukan, karena anak dengan perkembangan psikososial yang lengkap akan memiliki personality yang baik, memiliki sifat-sifat yang positif seperti percaya pada diri dan orang lain, autonomi, bersikap inisiatif, dapat membina hubungan yang erat dengan orang lain, serta mencapai kesempurnaan ego. Sebaliknya jika anak memiliki perkembangan psikososial yang kurang lengkap, anak akan memiliki sifat-sifat yang negatif seperti tidak percaya pada diri sendiri dan orang lain, merasa dirinya memalukan, merasa ragu-ragu, selalu merasa bersalah, rendah diri, mengasingkan diri dari orang lain dan merasa dirinya tidak berguna (Potter & Perry, 2005).

B.            Rumusan Masalah
1.         Bagaimana pengkajian perkembangan psikososial anak usia prasekolah ?
2.         Bagaimana diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah ?
3.         Bagaimana tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah ?
4.         Bagaimana pengkajian perkembangan psikososial anak usia sekolah ?
5.         Bagaimana diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah ?
6.         Bagaimana tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah ?



C.           Tujuan
1.  Untuk mengetahui pengkajian keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah.
2.         Untuk mengetahui diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah
3.         Untuk mengetahui tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah
4.         Untuk mengetahui pengkajian keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah.
5.         Untuk mengetahui diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah
6.         Untuk mengetahui tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah



BAB II
PEMBAHASAN


A.      ASUHAN KEPERAWATAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRIA SEKOLAH (3-6 Tahun) : INISIATIF VS RASA BERSALAH

1.      PENGKAJIAN
a.      Pengertian
Fase perkembangan dimana anak berusia 3 – 6 tahun. Perkembangan motorik yang terjadi antara lain berdiri dengan satu kaki, melompat dengan satu kaki, berjalan dengan bantuan. Perkembangan sensorik yang terjadi antara lain menggoyangkan kaki, melambaikan tangan, makan sendiri, minum dari cangkir dengan bantuan, membuat coretan diatas kertas.
Perkembangan bahasa ditandai dengan mampu menyebutkan beberapa gambar, menyebutkan satu sampai dua warna, menggunakan bunyi untuk mengidentifikasi objek, menirukan berbagai bunyi kata. Perkembangan adaptasi sosial ditandai dengan kemampuan anak untuk bermain dengan permainan sederhana, menangis jika dimarahi, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan.

b.      Tahap Psikososial
Initiative Vs Guilty (Inisiatif Versus Rasa Bersalah)
Pada tahap ini, anak usia prasekolah, anak mulai berinisiatif dalam belajar mencari pengalaman baru secara aktif, dan apabila pada tahap ini anak dilarang atau dicegah, akan muncul perasaan bersalah.

c.       Karakteristik Perilaku
Sesuai dengan tugas perkembangannya, anak pra sekolah akan memperlihatkan perilaku seperti tercantum dalam tabel.
Karakteristik Perilaku Anak Usia Pra Sekolah
Tugas Perkembangan
Perilaku Anak Pra Sekolah
Perkembangan yang normal inisiatif
1.      Menghayal dan kreatif
2.      Berinisiatif berman dengan alat-alat yang ada dirumah
3.      Belajar keterampilan fisik baru
4.      Menikmati bermain bersama dengan anak seusianya
5.      Mudah berpisah dengan orang tua
6.      Mengetahui hal-hal yang salah, benar dan mengikuti aturan
7.      Minimal mengenal 4 warna
8.      Merangkai kata-kata dalam bentuk kalimat
9.      Mampu mengerjakan peerjaan yang sederhana
10.  Mengenal jenis kelamin
Penyimpangan perkembangan rasa bersalah
1.      Tidak percaya diri dan biasanya malu
2.      Pesimis, tidak memiliki cita-cita
3.      Takut salah dalam melakukan sesuatu
4.      Sangat membatasi aktiftasnya, sehingga terkesan malas dan tidak mempunyai inisiatif


2.    DIAGNOSA KEPERAWATAN

Potensial (Normal)
Risiko (Penyimpangan)
Potensial mengembangkan
Risiko berkembang rasa bersalah


3.    TINDAKAN KEPERAWATAN
a.       Anak
1)      Tujuan
a)      Mengindentifikasi peran gender
b)      Mencapai keterampilan motorik, kognitif, sikap tertentu
c)      Mengidentifikasi peran di keluarga

2)      Tindakan Keperawatan

Tugas Perkembangan
Tindakan Keperawatan
Perkembangan yang normal inisiatif
1.    Berikan anak kesempatan untuk mencapai kemampuan tertentu yang dapat dipelajarinya seperti naik sepeda, menggambar, menulis dll
2.    Dukung anak untuk berkelompok
3.    Berikan kesempatan bermain peran menggunakan alat-alat yang sesuai (masak-masakan, sekolah-sekolahan, sebagai orang tua)
4.    Berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan anak
5.    Jadilah role model bagi anak bagaimana caranya menerima keunikan orang lain
Penyimpangan perkembangan rasa bersalah
1.    Berikan waktu pada anak untuk bermain/beraktivias secara berkelompok
2.    Ajarkan anak permainan sederhana yang membutuhkan kerjasama dan koordinasi (puzzle dan susun balok)
3.    Sampaikan harapan yang sesuai dengan kemampuan anak
4.    Berikan pujian terhadap keberhasilan yang dicapai anak
5.    Dengarkan seluruh keluhan anak dan diskusikan cara mengatasi rasa tidak mampu yang dialami anak

b.      Keluarga
1)      Tujuan
a)      Menjelaskan perilaku yang menggambarkan perkembangan yang normal dan menyimpang
b)      Menjelaskan cara menstimulasi perkembangan anaknya
c)      Mendemostrasikan dan melatih cara mefasilitasi perkembangan anak
d)     Merencanakan tindakan untuk menstimulasi perkembangan anaknya

2)      Tindakan Keperawatan

Tugas Perkembangan
Tindakan Keperawatan
Perkembangan yang normal insiatif
a)       Informasikan pada keluarga cara yang dapat dilakukan keluarga untuk memfasilitasi perkembangan psikososial anaknya :
1.         Bersikap positif dan mendorong usaha anaknya untuk mandiri
2.         Mendukung bermain dan menyediakan alat bermain
3.         Membantu anaknya menyelesaikan konflik yang dialami bila ternyata tindakan yang dilakukan anak berakibat negatif/buruk
4.         Tidak menentang tindakan yang dilakukan anaknya
5.         Gunakan bahasa positif dalam melarang anak
6.         Berikan pendapat yang positif terhadap perilaku yang ditampilkan
7.        Berikan pujian terhadap keberhasilan yang dicapai anak
8.         Berikan suasana disiplin dalam rumah : waktu belajar, menonton tv, bermain, makan
b)      Diskusikan dengan keluarga cara yang akan digunakan keluarga untuk menstimulasi perkembanagn psikososial anggota keluarganya
c)       Latih keluarga untuk melakukan metode tersebut dan dampingi saat keluarga melakukan stimulasi perkembangan anak
Penyimpangan perkembangan rasa bersalah
1.       Berikan waktu pada anak untuk bermain
2.       Ajarkan anak permainan sederhana
3.       Berikan harapan sesuai kemampuan anak
4.       Tidak memaksakan kehendak anak
5.       Berikan pujian terhadap keberhasilan yang dicapai
6.       Jadi pendengar yang baik
7.       Bersikap positif terhadap kemampuan anak dan mendorong anak untuk mandiri
8.       Tidak melarang anak
9.       Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti


B.       ASUHAN KEPERAWATAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA SEKOLAH (6-12 Tahun) : INDUSTRI VS RENDAH DIRI

1.      PENGKAJIAN
a.      Pengertian
Fase perkembangan dari usia 6 – 12 tahun. Perkembangan motorik anak semakin meningkat. Anak mulai memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya sehingga bila mengalami kegagalan sering menunjukkan kemarahan atau kegelisahan, mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, mulai mengambil bagian dalam kelompok, terjadi perkembangan konsep diri.

b.      Tahap Psikososial
Industry vs Inferiority (Rajin Versus Rendah Diri)
Pada tahap ini, anak anak usia sekolah berusaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan atau berprestasi dalam melakukan sesuatu. Namun apabila harapan tersebut tidak tercapai, kemungkinan besar anak akan merasa rendah diri.

c.       Karakteristik Perilaku

Karakteristik Perilaku Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)
Tugas Perkembangan
Perilaku Anak
Perkembangan yang normal :
Industri / Produktif
1.      Menyelesaikan tugas (sekolah atau rumah) yang diberikan
2.      Mempunyi rasa bersaing (kompetisi)
3.      Senang berkelompok dengan teman sebaya, mempunyai sahabat karib
4.      Berperan dalam dalam kegiatan kelompok
Penyimpanan perkembangan :
Rendah diri
1.      Tidak mau mengerjakan tugas sekolah atau membangkan pada orang tua
2.      Tidak ada kemauan untuk bersang, terkesan malas
3.      Tidak mau terlibat dalam kegiatan kelompok
4.      Memisahkan diri dari sekolah dan teman-teman sepermainan


2.      DIAGNOSA KEPERAWATAN

Potensial (Normal)
Risiko (Penyimpangan)
Puasan terhadap keberhasilan yang dicapai
Risiko Harga diri rendah


3.      TINDAKAN KEPERAWATAN
a.       Anak
1)      Tujuan
a)      Anak mengenal kemampuan dirinya
b)      Anak mengikuti kegiatan sosial
c)      Anak merasa puas terhadap keberhasilan yang dicapai

2)      Tindakan Keperawatan

Tindakan Keperawatan Untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)
Tugas Perkembangan
Tindakan Keperawatan
Perkembangan yang normal :
Industri
a)      Diskusiakan kemampuan / kelebihan dirinya dan target pencapaian tugas
b)      Berikan tugas sesuai kemampuan anak
c)      Berikan pujian terhadap keberhasilan anak : di sekolah dan keluarga
d)     Memfasilitasi kegiatan kelompok : bermain, les, kegiatan keagamaan
e)      Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak, membuat kue, membersihkan mobil, merapikan kamar tidur
Penyimpangan perkembangan :
Rendah diri
a)      Diskusikan penyebab anak merasa tidak mampu
b)      Berikan tugas sesuai dengan kemampuan anak
c)      Berikan pujian terhadap keberhasilan yang dicapai
d)     Libatkan dalam kegiatan yang mudah / sederhana

b.      Keluarga
1)      Tujuan
a)      Memahami pengertian perkembangan anak usia sekolah.
b)      Keluarga memahami ciri-ciri perkembangan anak usia 6 - 12 tahun yang normal maupun menyimpang.
c)      Keluarga mampu menyusun rencana stimulasi perkembangan terhadap anaknya.
d)     Keluarga mampu menstimulasi perkembangan anaknya.

2)    Tindakan Keperawatan
a)      Jelaskan ciri-ciri perkembangan anak usia 6 – 12 tahun yang normal maupun menyimpang
b)      Jelaskan pada keluarga cara menstimulasi perkembangan anak usia sekolah
(1)   Melibatkan dalam kegiatan sehari-hari dirumah yang sederhana seperti : membuat kue, merapikan tempat tidur.
(2)   Puji keberhsilan yang dicapai anak.
(3)   Diskusikan dengan anak harapannya dalam berinteraksi dan belajar.
(4)   Tidak menutut anak untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kemampuannya (menerima anak apa adanya)
(5)   Tidak menyalahkan anak dan menghina anak.
(6)   Beri contoh bagaimana cara menerima orang lain apa adanya.
(7)   Berikan anak kesempatan untuk mengikuti aktivitas kelompok yang teroganisir.
(8)   Buat / tetapkan aturan / disiplin dirumah.
c)      Demonstrasikan dan latih cara menstimulasi perkembangan anaknya.
d)     Bersama keluarga menyusun rencana stimulasi yang akan dilakukan terhadap anaknya.



BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan psikososial pada anak sangat berpengaruh bagi  masa depannya. Ada beberapa masalah yang terkait dengan perkembangan psikososial seperti pada anak usia prasekolah yang jika ia sedang melakukan suatu hal lalu dilarang maka akan muncul rasa bersalah oleh karena itu tindakan keperawatan yang bisa  dilakukan adalah membiarkan anak tersebut berkreativitas dan berkhayal sesukanya. Dan pada anak usia sekolah masalah psikososial yang ditemui adalah merasa rendah diri, tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkannya dalam kerjasama dan memberikan pujian atas apa yang sudah ia kerjakan.

B.       Saran
Sebaiknya tindakan keperawatan yang dilakukan untuk menangani masalah psikososial pada anak usia prasekolah dan sekolah dapat dilakukan dengan baik dan juga memberi edukasi kepada keluarga tentang perkembangan psikososial agar keluarga juga mengetahu hal apa yang harus mereka kerjakan jika anak mereka mengalami masalah tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Keliat. B. A. 2006. Modul IC-CMHN. Jakarta : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
                      
Nababan, Martha. 2016. Laporan Tugas Akhir : Asuhan Keperawatan Pada Klien Yang Mengalami Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Dengan Resiko Tinggi Infeksi Ruang Bona 2 RS. DR. Soetomo Surabaya. Akademi Keperawatan William Booth. Surabaya: Akademi Keperawatan William Booth Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar