BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan psikososial
merupakan proses sepanjang hayat, apa yang dipelajari dalam tahun-tahun pertama
kehidupan akan membentuk perkembangan di masa yang akan datang. Perkembangan
psikososial yang lengkap sangat diperlukan, karena anak dengan perkembangan
psikososial yang lengkap akan memiliki personality
yang baik, memiliki sifat-sifat yang positif seperti percaya pada diri dan
orang lain, autonomi, bersikap inisiatif, dapat membina hubungan yang erat
dengan orang lain, serta mencapai kesempurnaan
ego. Sebaliknya jika anak memiliki
perkembangan psikososial yang kurang lengkap, anak akan memiliki
sifat-sifat yang negatif
seperti tidak percaya pada
diri sendiri dan orang lain, merasa dirinya memalukan, merasa ragu-ragu, selalu
merasa bersalah, rendah diri, mengasingkan diri dari orang lain dan merasa
dirinya tidak berguna (Potter & Perry, 2005).
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
pengkajian perkembangan psikososial anak usia prasekolah ?
2.
Bagaimana
diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah ?
3.
Bagaimana
tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah ?
4.
Bagaimana
pengkajian perkembangan psikososial anak usia sekolah ?
5.
Bagaimana
diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah ?
6.
Bagaimana
tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah ?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui
pengkajian keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah.
2.
Untuk mengetahui
diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah
3.
Untuk mengetahui
tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah
4.
Untuk mengetahui
pengkajian keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah.
5.
Untuk mengetahui
diagnosa keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah
6.
Untuk mengetahui
tindakan keperawatan pada perkembangan psikososial anak usia sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
ASUHAN
KEPERAWATAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRIA SEKOLAH (3-6 Tahun) : INISIATIF
VS RASA BERSALAH
1.
PENGKAJIAN
a.
Pengertian
Fase perkembangan dimana anak berusia 3 – 6 tahun. Perkembangan
motorik yang terjadi antara lain berdiri dengan satu kaki, melompat dengan satu
kaki, berjalan dengan bantuan. Perkembangan sensorik yang terjadi antara lain
menggoyangkan kaki, melambaikan tangan, makan sendiri, minum dari cangkir
dengan bantuan, membuat coretan diatas kertas.
Perkembangan bahasa ditandai dengan mampu menyebutkan beberapa
gambar, menyebutkan satu sampai dua warna, menggunakan bunyi untuk
mengidentifikasi objek, menirukan berbagai bunyi kata. Perkembangan adaptasi
sosial ditandai dengan kemampuan anak untuk bermain dengan permainan sederhana,
menangis jika dimarahi, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan.
b.
Tahap
Psikososial
Initiative Vs Guilty (Inisiatif Versus Rasa
Bersalah)
Pada tahap ini, anak usia prasekolah, anak mulai berinisiatif dalam
belajar mencari pengalaman baru secara aktif, dan apabila pada tahap ini anak
dilarang atau dicegah, akan muncul perasaan bersalah.
c.
Karakteristik
Perilaku
Sesuai
dengan tugas perkembangannya, anak pra sekolah akan memperlihatkan perilaku
seperti tercantum dalam tabel.
Karakteristik
Perilaku Anak Usia Pra Sekolah
Tugas Perkembangan
|
Perilaku Anak Pra Sekolah
|
Perkembangan
yang normal inisiatif
|
1. Menghayal
dan kreatif
2. Berinisiatif
berman dengan alat-alat yang ada dirumah
3. Belajar
keterampilan fisik baru
4. Menikmati
bermain bersama dengan anak seusianya
5. Mudah
berpisah dengan orang tua
6. Mengetahui
hal-hal yang salah, benar dan mengikuti aturan
7. Minimal
mengenal 4 warna
8. Merangkai
kata-kata dalam bentuk kalimat
9. Mampu
mengerjakan peerjaan yang sederhana
10. Mengenal
jenis kelamin
|
Penyimpangan
perkembangan rasa bersalah
|
1. Tidak
percaya diri dan biasanya malu
2. Pesimis,
tidak memiliki cita-cita
3. Takut
salah dalam melakukan sesuatu
4. Sangat
membatasi aktiftasnya, sehingga terkesan malas dan tidak mempunyai inisiatif
|
2.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Potensial (Normal)
|
Risiko (Penyimpangan)
|
Potensial
mengembangkan
|
Risiko
berkembang rasa bersalah
|
3.
TINDAKAN
KEPERAWATAN
a. Anak
1) Tujuan
a) Mengindentifikasi
peran gender
b) Mencapai
keterampilan motorik, kognitif, sikap tertentu
c) Mengidentifikasi
peran di keluarga
2) Tindakan
Keperawatan
Tugas
Perkembangan
|
Tindakan
Keperawatan
|
Perkembangan
yang normal inisiatif
|
1. Berikan
anak kesempatan untuk mencapai kemampuan tertentu yang dapat dipelajarinya
seperti naik sepeda, menggambar, menulis dll
2. Dukung
anak untuk berkelompok
3. Berikan
kesempatan bermain peran menggunakan alat-alat yang sesuai (masak-masakan,
sekolah-sekolahan, sebagai orang tua)
4. Berikan
tugas yang sesuai dengan kemampuan anak
5. Jadilah
role model bagi anak bagaimana caranya menerima keunikan orang lain
|
Penyimpangan
perkembangan rasa bersalah
|
1. Berikan
waktu pada anak untuk bermain/beraktivias secara berkelompok
2. Ajarkan
anak permainan sederhana yang membutuhkan kerjasama dan koordinasi (puzzle
dan susun balok)
3. Sampaikan
harapan yang sesuai dengan kemampuan anak
4. Berikan
pujian terhadap keberhasilan yang dicapai anak
5. Dengarkan
seluruh keluhan anak dan diskusikan cara mengatasi rasa tidak mampu yang
dialami anak
|
b. Keluarga
1) Tujuan
a) Menjelaskan
perilaku yang menggambarkan perkembangan yang normal dan menyimpang
b) Menjelaskan
cara menstimulasi perkembangan anaknya
c) Mendemostrasikan
dan melatih cara mefasilitasi perkembangan anak
d) Merencanakan
tindakan untuk menstimulasi perkembangan anaknya
2) Tindakan
Keperawatan
Tugas
Perkembangan
|
Tindakan
Keperawatan
|
Perkembangan yang normal insiatif
|
a) Informasikan
pada keluarga cara yang dapat dilakukan keluarga untuk memfasilitasi
perkembangan psikososial anaknya :
1.
Bersikap positif dan mendorong usaha anaknya
untuk mandiri
2.
Mendukung bermain dan menyediakan alat
bermain
3.
Membantu anaknya menyelesaikan konflik yang
dialami bila ternyata tindakan yang dilakukan anak berakibat negatif/buruk
4.
Tidak menentang tindakan yang dilakukan
anaknya
5.
Gunakan bahasa positif dalam melarang anak
6.
Berikan pendapat yang positif terhadap
perilaku yang ditampilkan
7.
Berikan pujian terhadap keberhasilan yang
dicapai anak
8.
Berikan suasana disiplin dalam rumah : waktu
belajar, menonton tv, bermain, makan
b) Diskusikan
dengan keluarga cara yang akan digunakan keluarga untuk menstimulasi
perkembanagn psikososial anggota keluarganya
c) Latih
keluarga untuk melakukan metode tersebut dan dampingi saat keluarga melakukan
stimulasi perkembangan anak
|
Penyimpangan
perkembangan rasa bersalah
|
1. Berikan
waktu pada anak untuk bermain
2. Ajarkan
anak permainan sederhana
3. Berikan
harapan sesuai kemampuan anak
4. Tidak
memaksakan kehendak anak
5. Berikan
pujian terhadap keberhasilan yang dicapai
6. Jadi
pendengar yang baik
7. Bersikap
positif terhadap kemampuan anak dan mendorong anak untuk mandiri
8. Tidak
melarang anak
9. Menggunakan
bahasa yang mudah dimengerti
|
B.
ASUHAN
KEPERAWATAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA SEKOLAH (6-12 Tahun) : INDUSTRI
VS RENDAH DIRI
1. PENGKAJIAN
a.
Pengertian
Fase
perkembangan dari usia 6 – 12 tahun. Perkembangan motorik anak semakin
meningkat. Anak mulai memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya sehingga
bila mengalami kegagalan sering menunjukkan kemarahan atau kegelisahan, mulai
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, mulai mengambil bagian dalam
kelompok, terjadi perkembangan konsep diri.
b.
Tahap
Psikososial
Industry vs Inferiority
(Rajin Versus Rendah Diri)
Pada
tahap ini, anak anak usia sekolah berusaha untuk mencapai sesuatu yang
diinginkan atau berprestasi dalam melakukan sesuatu. Namun apabila harapan
tersebut tidak tercapai, kemungkinan besar anak akan merasa rendah diri.
c.
Karakteristik
Perilaku
Karakteristik
Perilaku Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)
Tugas
Perkembangan
|
Perilaku
Anak
|
Perkembangan
yang normal :
Industri
/ Produktif
|
1. Menyelesaikan
tugas (sekolah atau rumah) yang diberikan
2. Mempunyi
rasa bersaing (kompetisi)
3. Senang
berkelompok dengan teman sebaya, mempunyai sahabat karib
4. Berperan
dalam dalam kegiatan kelompok
|
Penyimpanan
perkembangan :
Rendah
diri
|
1. Tidak
mau mengerjakan tugas sekolah atau membangkan pada orang tua
2. Tidak
ada kemauan untuk bersang, terkesan malas
3. Tidak
mau terlibat dalam kegiatan kelompok
4. Memisahkan
diri dari sekolah dan teman-teman sepermainan
|
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Potensial
(Normal)
|
Risiko
(Penyimpangan)
|
Puasan terhadap
keberhasilan yang dicapai
|
Risiko
Harga diri rendah
|
3. TINDAKAN KEPERAWATAN
a. Anak
1) Tujuan
a) Anak
mengenal kemampuan dirinya
b) Anak
mengikuti kegiatan sosial
c) Anak
merasa puas terhadap keberhasilan yang dicapai
2) Tindakan
Keperawatan
Tindakan Keperawatan Untuk Anak Usia Sekolah
(6-12 Tahun)
Tugas
Perkembangan
|
Tindakan
Keperawatan
|
Perkembangan
yang normal :
Industri
|
a) Diskusiakan
kemampuan / kelebihan dirinya dan target pencapaian tugas
b) Berikan
tugas sesuai kemampuan anak
c) Berikan
pujian terhadap keberhasilan anak : di sekolah dan keluarga
d) Memfasilitasi
kegiatan kelompok : bermain, les, kegiatan keagamaan
e) Melibatkan
anak dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak, membuat kue, membersihkan
mobil, merapikan kamar tidur
|
Penyimpangan
perkembangan :
Rendah
diri
|
a) Diskusikan
penyebab anak merasa tidak mampu
b) Berikan
tugas sesuai dengan kemampuan anak
c) Berikan
pujian terhadap keberhasilan yang dicapai
d) Libatkan
dalam kegiatan yang mudah / sederhana
|
b. Keluarga
1) Tujuan
a) Memahami
pengertian perkembangan anak usia sekolah.
b) Keluarga
memahami ciri-ciri perkembangan anak usia 6 - 12 tahun yang normal maupun
menyimpang.
c) Keluarga
mampu menyusun rencana stimulasi perkembangan terhadap anaknya.
d) Keluarga
mampu menstimulasi perkembangan anaknya.
2) Tindakan
Keperawatan
a) Jelaskan
ciri-ciri perkembangan anak usia 6 – 12 tahun yang normal maupun menyimpang
b) Jelaskan
pada keluarga cara menstimulasi perkembangan anak usia sekolah
(1) Melibatkan
dalam kegiatan sehari-hari dirumah yang sederhana seperti : membuat kue,
merapikan tempat tidur.
(2) Puji
keberhsilan yang dicapai anak.
(3) Diskusikan
dengan anak harapannya dalam berinteraksi dan belajar.
(4) Tidak
menutut anak untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kemampuannya
(menerima anak apa adanya)
(5) Tidak
menyalahkan anak dan menghina anak.
(6) Beri
contoh bagaimana cara menerima orang lain apa adanya.
(7) Berikan
anak kesempatan untuk mengikuti aktivitas kelompok yang teroganisir.
(8) Buat /
tetapkan aturan / disiplin dirumah.
c) Demonstrasikan
dan latih cara menstimulasi perkembangan anaknya.
d) Bersama
keluarga menyusun rencana stimulasi yang akan dilakukan terhadap anaknya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan
psikososial pada anak sangat berpengaruh bagi
masa depannya. Ada beberapa masalah yang terkait dengan perkembangan
psikososial seperti pada anak usia prasekolah yang jika ia sedang melakukan
suatu hal lalu dilarang maka akan muncul rasa bersalah oleh karena itu tindakan
keperawatan yang bisa dilakukan adalah
membiarkan anak tersebut berkreativitas dan berkhayal sesukanya. Dan pada anak
usia sekolah masalah psikososial yang ditemui adalah merasa rendah diri,
tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkannya dalam
kerjasama dan memberikan pujian atas apa yang sudah ia kerjakan.
B.
Saran
Sebaiknya tindakan keperawatan yang dilakukan untuk
menangani masalah psikososial pada anak usia prasekolah dan sekolah dapat
dilakukan dengan baik dan juga memberi edukasi kepada keluarga tentang
perkembangan psikososial agar keluarga juga mengetahu hal apa yang harus mereka
kerjakan jika anak mereka mengalami masalah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Keliat. B. A. 2006.
Modul IC-CMHN. Jakarta : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Nababan, Martha.
2016. Laporan Tugas Akhir : Asuhan
Keperawatan Pada Klien Yang Mengalami Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Dengan
Resiko Tinggi Infeksi Ruang Bona 2 RS. DR. Soetomo Surabaya. Akademi
Keperawatan William Booth. Surabaya: Akademi Keperawatan William Booth
Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar