Kamis, 18 Februari 2016

DEMAM TYPHOID


A.           PENGERTIAN
Demam thypoid adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Demam parathypoid adalah penyakit sejenis yang disebabkan oleh paratyphi A, B , dan C. Gejala dan tanda kedua penyakit tersebut hampir sama, tetapi manifestasi klinis parathypoid lebih ringan. Kedua penyakit ini sering disebut tifus.

B.            ETIOLOGI
Penyebab demam thypoid adalah bakteri Salmonella typhi. Salmonela adalah bakteri Gram-negatif, tidak berkapsul, mempunyai flagella, dan tidak membentuk spora. Kuman ini mempunyai tiga antigen yang penting untuk pemeriksaan laboratorium, yaitu :
1.    Antigen O (Somatik)
2.    Antigen H (Flagela)
3.    Antigen K (Selaput)
Bakteri ini akan mati pada pemanasan 57°C selama beberapa menit.
Manifestasi klinis demam typhoid tergantung dari virulensi dan daya tahan tubuh. Suatu percobaan pada manusia dewasa menunjukkan bahwa 107 mikroba dapat menyebabkan 50% sukarelawan sakit, meskipun 1000 mikroba juga dapat menyebabkan penyakit. Masa inkubasinya 10 – 20 hari.

C.           PENULARAN
Penularan penyakit adalah melalui air dan makanan. Kuman salmonella dapat bertahan lama dalam makanan. Penggunaan air minum secara missal yang tercemar bakteri sering menyebabkan terjadinya KLB. Vektor serangga juga berperan dalam penularan penyaki.

D.           TANDA DAN GEJALA
Demam lebih dari tujuh hari adalah gejala yang paling menonjol. Demam ini bisa diikuti oleh gejala tidak khas lainnya seperti diare, anoreksia, atau batuk. Pada keadaan yang parah bisa disertai gangguan kesadaran. Komplikasi yang bisa terjadi adalah perforasi usus, perdarahan usus, dan koma. Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya salmonella dalam darah melalui kultur. Karena isolasi salmonella relative sulit dan lama, maka pemeriksaan serologi Widal untuk mendeteksi antigen O dan H sering digunakan sebagai alternatif. Titer ≥ 1/40 dianggap positif demam thypoid.

E.            PENGOBATAN
1.      Pemberian kloramfenikol 100 mg/kg/hari, dibagi 4 dosis, selama 14 hari.
2.      Pemberian amoksisilin 100 mg/kg/hari, dibagi 4 dosis.
3.      Pemberian kotrimoksazol.

F.            PENCEGAHAN

Kebersihan makanan dan minuman sangat penting untuk mencegah demam thypoid. Merebus air minum sampai mendidih dan memasak makanan sampai matang. Selain itu perlu dilakukan sanitasi lingkungan termasuk membuang sampah ditempatnya dengan baik dan pelaksanaan program imunisasi.

Referensi
Widoyono. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Semarang: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar