A.
PENGERTIAN
Demam thypoid
adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Demam
parathypoid adalah penyakit sejenis yang disebabkan oleh paratyphi A, B , dan
C. Gejala dan tanda kedua penyakit tersebut hampir sama, tetapi manifestasi
klinis parathypoid lebih ringan. Kedua penyakit ini sering disebut tifus.
B.
ETIOLOGI
Penyebab demam
thypoid adalah bakteri Salmonella typhi. Salmonela adalah bakteri Gram-negatif,
tidak berkapsul, mempunyai flagella, dan tidak membentuk spora. Kuman ini
mempunyai tiga antigen yang penting untuk pemeriksaan laboratorium, yaitu :
1.
Antigen O (Somatik)
2.
Antigen H
(Flagela)
3.
Antigen K
(Selaput)
Bakteri ini akan mati pada pemanasan 57°C selama
beberapa menit.
Manifestasi klinis demam typhoid tergantung dari
virulensi dan daya tahan tubuh. Suatu percobaan pada manusia dewasa menunjukkan
bahwa 107 mikroba dapat menyebabkan 50% sukarelawan sakit, meskipun
1000 mikroba juga dapat menyebabkan penyakit. Masa inkubasinya 10 – 20 hari.
C.
PENULARAN
Penularan
penyakit adalah melalui air dan makanan. Kuman salmonella dapat bertahan lama
dalam makanan. Penggunaan air minum secara missal yang tercemar bakteri sering
menyebabkan terjadinya KLB. Vektor serangga juga berperan dalam penularan
penyaki.
D.
TANDA DAN GEJALA
Demam lebih dari
tujuh hari adalah gejala yang paling menonjol. Demam ini bisa diikuti oleh
gejala tidak khas lainnya seperti diare, anoreksia, atau batuk. Pada keadaan
yang parah bisa disertai gangguan kesadaran. Komplikasi yang bisa terjadi adalah
perforasi usus, perdarahan usus, dan koma. Diagnosis ditegakkan berdasarkan
adanya salmonella dalam darah melalui kultur. Karena isolasi salmonella
relative sulit dan lama, maka pemeriksaan serologi Widal untuk mendeteksi
antigen O dan H sering digunakan sebagai alternatif. Titer ≥ 1/40
dianggap positif demam thypoid.
E.
PENGOBATAN
1.
Pemberian
kloramfenikol 100 mg/kg/hari, dibagi 4 dosis, selama 14 hari.
2.
Pemberian
amoksisilin 100 mg/kg/hari, dibagi 4 dosis.
3.
Pemberian
kotrimoksazol.
F.
PENCEGAHAN
Kebersihan
makanan dan minuman sangat penting untuk mencegah demam thypoid. Merebus air
minum sampai mendidih dan memasak makanan sampai matang. Selain itu perlu
dilakukan sanitasi lingkungan termasuk membuang sampah ditempatnya dengan baik
dan pelaksanaan program imunisasi.
Referensi
Widoyono. 2008.
Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya.
Semarang: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar