Sabtu, 23 September 2017

WASPADA GEMPA BUMI

JUDUL            : “WASPADA GEMPA BUMI”
NAMA             : Mega Oktavia
ALAMAT        : Kavling Bohar Lestari Blok A No 16, RT 26 RW 10. Kecamatan Taman.                          Kabupaten Sidoarjo.
PEKERJAAN : Mahasiswa
No. HP            : 081230105009
E-MAIL           : Metaegangster@gmail.com


WASPADA GEMPA BUMI

Gempa bumi memang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pertanyaanya apakah kita siap jika gempa bumi datang ? Tentu saja hanya beberapa orang bisa menjawab pertanyaan ini.  

Kita seharusnya belajar dari gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta 2006 silam. Dimana gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala ritcher berhasil menghancurkan ribuan bangunan dan korban jiwa. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) pada 11 Juni 2006 melaporkan total bangunan yang mengalami kerusakan berat di dua provinsi yakni Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai 127.879 buah. Sedangkan jumlah kerusakan sedang mencapai 182.392 bangunan dan rusak ringan 261.219 bangunan. Selain itu, data dari Departemen Sosial mencatat total korban tewas mencapai 4.983 jiwa. 

Dari data yang sudah didapatkan kita bisa melihat bahwa gempa bumi sangat bisa menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Meskipun kita tahu bahwa ada gempa yang memiliki kekuatan kecil namun tetap saja ada kerugian yang ditimbulkan. Oleh karena itu, mari kita pelajari apa saja yang harus kita lakukan saat gempa bumi terjadi.

1.   Saat didalam rumah
-      Berlindung dibawah meja atau perabot yang memiliki daya tahan kuat
-      Hindari berlindung dekat kaca / perabotan pecah belah
-      Tetap didalam ruang hingga guncangan
-      Lihat arus listrik dirumah, karena sering timbul konslet listrik setelah terjadi gempa

2.   Ketika diluar ruangan
-      Tetaplah diluar
-      Jauhi gedung, lampu jalan, jaringan berkabel
-      Ketika diluar tetaplah diluar hingga guncangan berhenti

Jika anda tinggal di daerah yang rawan gempa sebaiknya  merenovasi ulang struktur rumah anda agar terhindar dari bencana gempa bumi. Perabotan rumah tangga juga didesain menempel pada dinding untuk menghindari jatuh pada saat gempa. Penyebab timbulnya korban pada saat gempa bumi adalah kejatuhan bahan material. Oleh sebab itu, jangan masuk kedalam rumah / bangunan saat setelah terjadi gempa hal ini menghindari apabila terjadi gempa susulan.
Sulit memang jika kita berada dalam situasi tersebut, memaksakan diri kita untuk tetap tenang dan tidak panik. Namun hal itu harus kita lakukan demi menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.  

Jika kita memiliki kesadaran yang demikian tentu hal ini bisa mengurangi dampak seperti korban jiwa, korban luka, dan kerusakan infrasatruktur.

6 komentar: